Aging Piutang: Apa Itu, Cara Menghitung, dan Contoh Tabelnya
Kalau kamu punya banyak pelanggan yang bayarnya tempo, satu pertanyaan penting muncul tiap hari: siapa yang harus ditagih lebih dulu? Jawabannya ada pada aging piutang. Inilah cara sederhana tapi ampuh untuk tahu piutang mana yang paling "tua" dan paling berisiko tidak terbayar.
Apa Itu Aging Piutang?
Aging piutang (atau umur piutang) adalah pengelompokan tagihan pelanggan berdasarkan berapa lama sudah lewat dari tanggal jatuh tempo. Tujuannya: melihat dengan cepat mana piutang yang masih sehat dan mana yang sudah telat berat.
Analoginya seperti buah: makin lama dibiarkan, makin besar risiko "busuk" (jadi piutang tak tertagih). Aging membantumu memetik yang paling tua duluan.
Kenapa Aging Piutang Penting
- Prioritas penagihan jelas — fokus ke yang paling tua & paling besar dulu.
- Deteksi dini risiko macet — makin tua umur piutang, makin kecil peluang dibayar penuh.
- Dasar keputusan kredit — pelanggan yang sering masuk bucket telat berat sebaiknya dievaluasi terminnya.
- Gambaran kesehatan arus kas — tahu berapa banyak uang yang "nyangkut" dan seberapa lama.
Kategori (Bucket) Umur Piutang
Umumnya piutang dikelompokkan ke beberapa "bucket" seperti ini (kamu bisa sesuaikan):
- Belum jatuh tempo — masih dalam termin, aman.
- Telat 1–30 hari — perlu diingatkan.
- Telat 31–60 hari — mulai serius, tagih lebih tegas.
- Telat 61–90 hari — risiko tinggi.
- Telat > 90 hari — sangat berisiko jadi piutang tak tertagih.
Cara Menghitung Aging Piutang
Rumus dasarnya sederhana:
Langkahnya:
- Kumpulkan semua invoice yang belum lunas beserta nilai dan tanggal jatuh temponya.
- Hitung selisih hari antara hari ini dan tanggal jatuh tempo tiap invoice.
- Masukkan tiap invoice ke bucket sesuai jumlah hari telatnya.
- Jumlahkan nilai per bucket → kelihatan sebaran piutangmu.
Contoh Tabel Aging Piutang
Misalkan hari ini 27 Juni 2026, dan kamu punya 5 invoice belum lunas:
| Invoice | Pelanggan | Jatuh Tempo | Nilai | Telat (hari) | Bucket |
|---|---|---|---|---|---|
| INV-018 | Toko Sinar | 5 Jul 2026 | Rp 4.000.000 | — | Belum jatem |
| INV-012 | CV Mandiri | 15 Jun 2026 | Rp 7.500.000 | 12 | 1–30 hari |
| INV-009 | UD Jaya | 20 Mei 2026 | Rp 3.200.000 | 38 | 31–60 hari |
| INV-005 | Toko Berkah | 18 Apr 2026 | Rp 9.000.000 | 70 | 61–90 hari |
| INV-002 | PT Lama | 10 Mar 2026 | Rp 5.500.000 | 109 | > 90 hari |
Dari tabel ini langsung kelihatan: INV-002 (Rp 5,5 jt, telat 109 hari) dan INV-005 (Rp 9 jt, telat 70 hari) harus jadi prioritas tagih hari ini — paling tua dan paling besar nilainya.
Cara Bikin Aging Piutang Otomatis
Menghitung aging di Excel memang bisa — tapi setiap hari tanggalnya berubah, jadi kamu harus update terus, dan makin banyak invoice makin ribet & rawan salah rumus.
Lunaskan menghitung aging piutang otomatis & real-time: tinggal upload data invoice, langsung muncul sebaran per bucket, plus daftar siapa yang harus ditagih hari ini. Tidak perlu update manual tiap hari. Selengkapnya: aplikasi reminder tagihan WhatsApp otomatis untuk menindaklanjuti hasil aging.
Mau aging piutang dihitung otomatis?
Upload data invoice, Lunaskan langsung tunjukkan umur piutang & siapa yang harus ditagih hari ini.
Kesimpulan
Aging piutang adalah alat paling sederhana untuk menjawab "siapa ditagih duluan". Kelompokkan invoice belum lunas berdasarkan umur telatnya, prioritaskan yang paling tua & besar, dan tindak lanjuti sebelum jadi macet. Mau dihitung manual di Excel atau otomatis pakai aplikasi, yang penting kamu punya gambaran jelas — karena piutang yang dipantau jauh lebih mungkin tertagih daripada yang dibiarkan.